Sabtu, 31 Januari 2009

TEORI KEPRIBADIAN SIGMUND FREUD

MENGENAL FREUD


Sigmund freud lahir tanggal 6 Mei 1856 di kota kecil Freiberg, wilayah Moravia, Ayahnya adalah seorang pedagang wool dengan pikiran maju dan rasa humor yang baik. Ibunya seorang wanita yang aktif dan merupakan istri kedua bapaknya dengan usia 20 tahun lebih muda. Ibunya melahirkan anak pertama pada usia 21 tahun, yaitu Sigmund. Sigmund punya dua orang saudara seayah yang lebih tua darinya dan enam saudara sekandung. Waktu dia berusia 4 atau 5 tahun, keluarganya pindah ke Wina di mana dia menghabiskan sebagian besar hidupnya.


Gerald Corey dalam "Theory and Practice of Counseling and Psychotherapy" menjelaskan bahwa dalam hidupnya, ia ditempa oleh seorang ayah yang sangat otoriter dan dengan uang yang sangat terbatas, sehingga keluarganya terpaksa hidup berdesakan di sebuah apartemen yang sangat sempit, namun demikian orang tuanya tetap berusaha untuk memberikan motivasi terhadap kapasitas intelektual yang tampak jelas dimiliki anak-anaknya.


Sebagai anak yang cerdas dan selalu mendapat nilai tertinggi di kelasnya, Freud melanjutkan pendidikan ke sekolah kedokteran, salah satu pilihan bergengsi bagi anak-anak Yahudi yang pintar di Wina kala itu. Semasa kuliah, dia terlibat dalam berbagai penelitian di bawah arahan profesor fisiologi bernamaErnst Brucke. Brucke meyakini sebuah konsep yang kemudian sangat populer, kalau bukan radikal, sebuah konsep yang kita kenal saat ini dengan reduksionisme:"tidak ada kekuatan lain yang aktif di dalam organisme yang hidup selain kekuatan fisikal-kimiawi". Selama bertahun-tahun, Freud juga berusaha "mereduksi" kepribadian menjadi neurologi, walaupun dia akhirnya menyerah dengan usahanya ini.


Sebagian besar hidup Freud diabdikan untuk memformulasikan dan mengembangkan tentang teori psikoanalisisnya. uniknya, saat ini sedang mengalami problem emosional yang sangat berat adalah saat kretifitasnya muncul. Pada umur paro pertama empat puluhan, ia banyak mengalami bermacam-macam psikomatik, juga rasa nyeri akan datangnya maut dan fobi-fobi lain. DEngan mengeksplorasi makna mimpi-mimpinya sendiri, ia mendapat pemahaman tentang dinamika perkembangan kepribadian seseorang.


sigmund Freud dikenal juga sebagai tokoh yang kreatif dan produktif. Ia juga menghabiskan waktunya 18 jam sehari untuk menulis karya-karyanya, dan karya tersebut terkumpul sampai 24 jilid. Bahkan ia tetap produktif pada usia senja. Karena karya dan produktifitasnya itu, Freud dikenal bukan hanya sebagai pencetus psikoanalisis yang mencuatkan namanya sebagai intelektual, tapi juga telah meletakkkan teknik baru untuk bisa memahami perilaku manusia. Hasil usahanya itu adalah sebuah teori kepribadian dan psikoterapi yang sangat komprehensif di bandingkan dengan teori serupa yang pernah dikembangkan.


Freud sangat saksama dalam melakukan riset. Fokus utamanya adalah neurofisiologi, bahkan dia pernah mencoba menciptakan tehnik khusus untuk merangsang sel otak. Brucke juga membantu dia mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikannya, pertama dengan psikiatris terkenal Charcot di Paris, kemudian dengan lawan Brucke sendiri, Bernheim di Nancy. Kedua ahli ini sama-sma sedang menyelidiki metode hipnotis untuk pengidap histeria.


Setelah beberapa lama membuka praktik neurologi dan direktur sebuah taman kanak-kanak di Berlin, dia kembali ke Wina dan menikah dengan Martha Bernays yang telah bertunangan dengannya beberapa tahun sebelumnya. Di sini dia mulai membuka praktik neuropsikiatri dengan bantuan Joseph Breuer.


Buku-buku dan kuliah-kuliah Freud membuat dia tersisihkan dari arus utama kalangan kedokteran waktu itu. Dia hanya memiliki beberapa kolega yang bersimpati padanya yang kemudian menjadi inti dari perkembangan psikoanalisis. Sayangnya, dia punya sifat menolak orang-orang yang tidak sepenuhnya sepakat dengan pendapatnya. Ada yang menganggap ini harus dipisahkan dari prinsip persahabatan yang dia pakai, ada pula yang tidak menganggapnya demikian dan terus bersaing dengannya dalam hal pemikiran.


Dalam dunia pendidikan pada masa itu, Sigmund Freud belum seberapa populer. Menurut A. Supratika, nama Freud baru dikenal pertama kalinya dalam kalangan psikologi akademis pada tahun 1909, ketika ia diundang oleh G. Stanley Hall, seorang sarjana Psikologi Amerika, untuk memberikan serangkaian kuliah di universitas Clark di Worcester, Massachusetts. Pengaruh Freud di lingkungan psikologi baru terasa sekitar tahun 1930-an. Akan tetapi Asosiasi Psikoanalisis Internasional sudah terbentuk tahun 1910, begitu juga dengan lembaga pendidikan psikoanalisis sudah didirikan di banyak negara.


Freud pindah ke Inggris sesaat sebelum Perang Dunia II pecah, karena Wina sudah tidak aman lagi bagi orang Yahudi, khususnya yang terkenal seperti Freud. Tidak lama setelah itu, dia meninggal di London pada tanggal 23 september 1939 karena kanker mulut dan rahang yang telah diidapnya selama lebih kurang 20 tahun.


Senin, 19 Januari 2009

E-LEARNING

E- LEARNING

E-learning mengandung pengertian yang luas sehingga banyak pakar yang mncoba mendefinisikan istilah tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut:

Allan. J. henderson berpendapat bahwa elearning adalah pembelajaran jarak jauh yang menggunakan tehnologi komputer, atau biasanya Internet.(The e-leraning Question and answer book 2003).

William Horton menjelaskan bahwa e-learning merupakan pembelajaran berbasis web ( yang biasa diakses lewat Internet).

Sedangkan Darin E. Hartley(Hartley,2001) menjelaskan, E-learning adalah suatu jenis belajr yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar kesiswa dengan menggunakan media internet, atau media jaringan lainnya.

Learnframe.com dalam Glossary of E-learning Terms(Glossary,2001) menyatakan suatu definisi bahwa E-learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media internet, jaringan komputer, maupun komputer stand alone.

Dalam sebuah blog penulis juga menemukan pengertian dari istilah E-learning, disitu dituliskan bahwa E-learning adalah sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar.

Ada juga yang menyebutkan pengertian bahwa, E-learning adalah proses pembelajaran yang menggunakan komputer, jaringan, perangkat lunak pengajaran yang dilengkapi dengan fasilitas komunikasi, pemantauan, dan evaluasi.

Ada beberapa poin yang harus diperhatikan oleh para pelaksana E-learning ini agar kegiatan tersebut bisa optimal, diantaranya:
1. Tujuan
2. Pembelajaran
3. Dukungan
4. Pilih yang dirasa perlu

Ada beberapa keuntungan yang ditawarkan bila menggunkan E-Learning, diantaranya:

1. Menghemat waktu proses belajar mengajar
2. Mengurangi biaya perjalanan
3. Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan(infrastuktur, peralatan, dan buku-buku)
4. Menjangkau wilayah geografis yang lebih luas
5. Melatih pembelajaran lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.

Aplikasi E-Learning dari masa ke masa:

1. 1990 dalam hal ini masih menggunakan CBT (computer based training) kemasannya berupa CD-Room.
2. 1994 sudah berupa paket-paket CBT yang menarik(internet)
3. 1997 sudah berupa LMS (learning management system)
4. 1999 pada masa ini aplikasi E-Learning berbasis Web.

Strategi pengembangan E-Learning:

Pada hakekatnya pengembangan E-Learning adalah sama dengan strategi pengembangan perangkat lunak, karena E-Learning adalah perangkat lunak.
1. Requiement analysis and spesifikation
2. Design
3. Coding
4. Testing
5. Mainte nance

Pengembangan E-Learning:

1. Informasi tentang unit-unit terkait dengan proses belajar mengajar.

a. Tujuan dan sasaran
b. Silabus
c. Metode pengajaran
d. Jadwal kuliah
e. Tugas
f. Jadwal ujian
g. Daftar referensi taua bahan bacaan
h. Profil dan kontak pengajaran

2. Kemudahan akses kesumber referensi

a. Diktat dan catatan kuliah
b. Bahan presentasi
c. Contoh ujian yang lalu
d. Frequently asked questions
e. Sumber-sumber referensi untuk pengerjaan tugas
f. Situs-situs bermanfaat
g. Artikel-artikel dala jurnal online

3. Komunikasi dalam kelas

a. Forum diskusi online
b. Mailing list diskusi
c. Papan informasi

4. Saran untuk melakukan kerja kelompok

a. Sarana untuk sharing file dan direktori dalam kelompok
b. sarana diskusi untuk mengerjakan tugas dalam kelompok

5. Sistem ujian online dan pengumpulan feedback.

Lebih jelas lagi mengenai E-Learning kami menemukan keterangan tersebut dalam web ini (http://en.wikipedia.org/wiki/Electronic_learning) Pembelajaran elektronik (e-Learning atau eLearning) adalah jenis didukung Teknologi pendidikan / pembelajaran (TSL) dimana media instruksi adalah teknologi komputer. Dalam beberapa kasus, tidak ada dalam orang-interaksi berlangsung. E-learning interchangeably digunakan dalam berbagai konteks. Dalam perusahaan, ia merujuk kepada strategi perusahaan yang menggunakan jaringan untuk memberikan pelatihan kepada karyawan. Di Amerika Serikat, ini didefinisikan sebagai rencana pengajaran / pengalaman belajar yang menggunakan spektrum yang luas dari teknologi, terutama internet atau berbasis komputer, untuk menjangkau peserta didik. Akhir-akhir ini di sebagian besar Perguruan Tinggi, e-learning digunakan untuk menentukan modus khusus untuk mengikuti kursus atau program studi dimana siswa jarang, jika pernah, hadir tatap muka di kampus untuk akses ke fasilitas pendidikan, karena mereka belajar secara online.

Contents [hide] 1 Pasar 2 Pertumbuhan e-learning 3 Teknologi 4 Layanan 5 Tujuan dari e-learning 5,1 Computer-based learning 5,2 pelatihan berbasis Komputer 5,3 Komputer didukung bersama-learning (CSCL) 6 Pedagogical elemen 7 Pedagogical pendekatan atau perspektif 8 Reusability, standar dan pembelajaran benda 9 Komunikasi teknologi yang digunakan dalam e-learning 10 E-Learning 2,0 Komputer 11-dibantu penilaian dan belajar desain 12 Keuntungan eLearning versus tradisional pengaturan ruang kelas

[sunting] Pasar Di seluruh dunia industri e-learning diperkirakan akan bernilai lebih dari tiga puluh delapan (38) miliar euro menurut perkiraan konservatif, walaupun dalam Uni Eropa hanya sekitar 20% dari e-learning produk yang dihasilkan di pasar umum [1]. Perkembangan internet dan teknologi multimedia adalah dasar enabler e-learning, dengan konten, teknologi dan layanan dikenali sebagai tiga sektor utama dari e-learning industri. [2]

[sunting] Pertumbuhan e-learning Tahun 2006, hampir 3,5 juta siswa yang berpartisipasi dalam on-line belajar di lembaga pendidikan tinggi di Amerika Serikat. [3] Banyak pendidikan tinggi, untuk lembaga-laba, sekarang menawarkan kelas on-line. Dengan kontras, hanya sekitar setengah dari swasta, nirlaba menawarkan sekolah mereka. Sloan yang lapor, berdasarkan jajak pendapat akademik pemimpin, mengatakan bahwa siswa yang akan muncul umumnya setidaknya sebagai puas dengan on-line sebagai kelas mereka dengan yang tradisional. Swasta dapat menjadi lebih terlibat dengan presentasi on-line karena biaya instituting suatu sistem berkurang. Benar staf juga harus direkrut untuk bekerja dengan siswa secara on-line. Para anggota staf perlu memahami isi daerah, dan juga sangat terlatih dalam menggunakan komputer dan internet. Online pendidikan meningkat pesat, dan online program doktoral bahkan ada penelitian yang dikembangkan di perguruan tinggi. [4].

[sunting] Teknologi Seawal tahun 1993, Graziadei, WD [5] dijelaskan secara online komputer disampaikan ceramah, tutorial dan penilaian proyek elektronik menggunakan Mail, dua VAX Catatan konferensi dan menggali / Lynx [6] bersama-sama dengan beberapa perangkat lunak program yang diizinkan siswa dan guru untuk menciptakan Kelas Virtual instruksional yang di Lingkungan Sains (VICES) dalam Penelitian, Pendidikan, Layanan & Pengajaran (REST). [4] Pada tahun 1997 Graziadei, WD, et al., [7] menerbitkan artikel berjudul "Membangun Asynchronous dan sinkronis Lingkungan Teaching-Learning: Exploring a Course / Kelas Management System Solution". [5] Mereka dijelaskan proses di State University of New York (SUNY) dari produk dan mengevaluasi secara keseluruhan mengembangkan sebuah strategi untuk teknologi berbasis saja pembangunan dan manajemen dalam belajar-mengajar. Produk (s) harus mudah digunakan, dan memelihara, portable, replicable, scalable, dan segera terjangkau, dan mereka harus memiliki tingkat kemungkinan sukses jangka panjang dengan biaya-efektivitas. Saat ini banyak teknologi bisa, dan, yang digunakan dalam e-Learning, dari blog ke perangkat lunak kolaboratif, ePortfolios, dan kelas virtual. Kebanyakan situasi eLearning menggunakan kombinasi teknik ini. Seiring dengan istilah teknologi pembelajaran, teknologi instruksional, dan Teknologi Pendidikan, istilah yang umumnya digunakan untuk merujuk kepada penggunaan teknologi dalam belajar dalam arti lebih luas dibandingkan dengan pelatihan berbasis komputer atau Computer dibantu Instruksi dari tahun 1980-an. Ia juga lebih luas dibandingkan dengan istilah atau Online Learning Online Pendidikan yang murni umumnya merujuk ke web-based learning. Dalam kasus di mana teknologi selular yang digunakan, istilah F-learning telah menjadi lebih umum. E-learning, namun juga memiliki implikasi luar hanya merujuk kepada teknologi dan pembelajaran yang sebenarnya yang terjadi dengan menggunakan sistem ini. E-learning adalah alami cocok untuk jarak jauh dan fleksibel belajar, tetapi juga dapat digunakan bersama-sama dengan tatap muka mengajar, dalam hal ini istilah blended learning umumnya digunakan. E-Learning pelopor Bernard Luskin berpendapat bahwa "E" harus dipahami memiliki arti luas jika e-Learning adalah untuk lebih efektif. Luskin mengatakan bahwa "e" harus diinterpretasikan ke berarti menarik, energik, antusias, emosional, diperpanjang, sangat baik, dan pendidikan di samping "elektronik" yang merupakan interpretasi tradisional nasional. Interpretasi yang lebih luas ini memungkinkan aplikasi untuk abad ke-21 dan membawa belajar psikologi dan media ke dalam equation. [Kutipan diperlukan] Khususnya dalam pendidikan tinggi, semakin meningkatnya kecenderungan untuk membuat sebuah Virtual Learning Environment (VLE) (yang kadang-kadang dikombinasikan dengan Sistem Informasi Manajemen (MIS) untuk membuat Managed Learning Environment) di mana semua aspek program studi yang di-melalui konsisten user interface standar seluruh institusi tersebut. J pertumbuhan jumlah fisik perguruan tinggi, serta baru-online hanya akademi, mulai menawarkan pilih rangkaian gelar akademik dan sertifikat program melalui internet di berbagai tingkat dan dalam berbagai disiplin ilmu. Sementara beberapa program memerlukan siswa untuk menghadiri beberapa kampus kelas atau orientations, banyak yang disampaikan sepenuhnya online. Selain itu, beberapa perguruan tinggi menawarkan siswa mendukung layanan online, seperti online advising dan pendaftaran, e-konseling, membeli buku online, siswa dan siswa pemerintah koran. e-Learning juga dapat merujuk ke situs web pendidikan seperti yang menawarkan skenario belajar, latihan kerja dan interaktif untuk anak-anak. Istilah juga digunakan secara luas dalam sektor usaha dimana umumnya merujuk ke hemat biaya training online.

[sunting] Layanan E-learning layanan tersebut telah berkembang sejak komputer pertama kali digunakan dalam dunia pendidikan. Ada kecenderungan untuk bergerak ke arah layanan dijus belajar, di mana komputer berbasis kegiatan terpadu dengan praktis atau kelas berbasis situasi.

[sunting] Tujuan dari e-learning E-Learning pelajaran umumnya dirancang untuk membimbing siswa melalui informasi atau untuk membantu siswa dalam melakukan tugas-tugas tertentu. Informasi berbasis e-Learning konten berkomunikasi informasi kepada siswa. Contohnya termasuk konten yang mendistribusikan atau fakta sejarah yang terkait dengan layanan, perusahaan, atau produk. Dalam informasi berbasis konten, tidak ada keahlian khusus untuk belajar. Dalam performa berbasis konten, pelajaran yang membangun dari sebuah acara di mana kemampuan siswa diharapkan untuk meningkatkan keahlian.

[sunting] Computer-based learning Computer Based Learning, kadang-kadang disingkat ke Cbl, merujuk pada penggunaan komputer sebagai komponen kunci dari pendidikan lingkungan. Sementara ini bisa mengacu pada penggunaan komputer di kelas, istilah yang lebih luas merujuk ke struktur di lingkungan komputer yang digunakan untuk tujuan pengajaran. Konsep ini umumnya dianggap sebagai yang berbeda dari penggunaan komputer dalam pembelajaran adalah cara di mana setidaknya sekeliling elemen pengalaman (misalnya permainan komputer dan web browsing).

[sunting] Komputer pelatihan berbasis Bagian ini memerlukan tambahan citations untuk verifikasi. Harap membantu memperbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang handal. Unsourced bahan mungkin cacat dan dibuang. (September 2007) Pelatihan berbasis komputer (CBT) adalah layanan di mana siswa belajar oleh pelaksana program pelatihan khusus pada komputer yang berhubungan dengan pekerjaan mereka. CBT sangat efektif untuk pelatihan masyarakat untuk menggunakan aplikasi komputer karena program CBT dapat diintegrasikan dengan aplikasi agar siswa dapat menggunakan aplikasi praktek karena belajar.

Secara historis, pertumbuhan CBTs telah terhambat oleh sumber daya yang sangat diperlukan: sumber daya manusia untuk membuat CBT program, perangkat keras dan sumber daya yang diperlukan untuk menjalankannya. Namun, peningkatan daya komputer PC, dan terutama tumbuh prevalensi komputer dilengkapi dengan CD-ROM, CBT adalah dengan membuat pilihan yang lebih bersemangat untuk individu dan perusahaan sejenis. Banyak aplikasi PC sekarang datang dengan beberapa bentuk CBT sederhana, yang sering disebut tutorial. Pelatihan berbasis web (WBT) adalah jenis pelatihan yang sama dengan CBT, namun itu disampaikan melalui internet menggunakan web browser. Pelatihan berbasis web yang sering termasuk metode interaktif, seperti papan buletin, obrolan kamar, pesan instan, videoconferencing, benang dan diskusi. Pelatihan berbasis web biasanya diri-tanggung media belajar walaupun beberapa sistem online digunakan untuk menguji dan evaluasi pada waktu tertentu.

[sunting] Komputer-didukung kolaboratif learning (CSCL) "Computer-didukung kolaboratif learning (CSCL) merupakan salah satu yang paling menjanjikan inovasi untuk meningkatkan pengajaran dan pembelajaran dengan bantuan modern, teknologi informasi dan komunikasi. Collaborative atau kelompok belajar instruksional merujuk ke metode dimana siswa didorong atau diwajibkan untuk bekerja sama dalam belajar tugas. Hal ini sangat setuju untuk membedakan kolaborasi belajar dari tradisional 'langsung' model instruktur yang dianggap distributor pengetahuan dan keterampilan. "Lehtinen dkk.

[sunting] Pedagogical elemen Pedagogical elemen adalah sebagai upaya untuk menentukan struktur atau satuan pendidikan. Sebagai contoh, ini bisa menjadi pelajaran, sebuah tugas, sebuah pertanyaan pilihan ganda, sebuah kuis, diskusi kelompok, atau studi kasus. Unit ini harus format independen, sehingga meskipun mungkin akan dilaksanakan di salah satu cara berikut, pedagogis struktur tidak termasuk sebuah buku, halaman web, video konferensi atau Podcast.
Ketika mulai membuat konten e-Learning, pendekatan pedagogi yang harus dievaluasi. Sederhana pendekatan pedagogis memudahkan untuk membuat konten, namun tidak memiliki fleksibilitas, kekayaan dan fungsionalitas hilir. Di sisi lain, pendekatan pedagogis kompleks bisa sulit untuk menyiapkan dan lambat untuk mengembangkan, namun mereka memiliki potensi untuk memberikan pengalaman pembelajaran lebih menarik bagi siswa. Somewhere ini ekstrem antara ideal adalah pedagogi yang memungkinkan pendidik tertentu efektif untuk membuat bahan-bahan pendidikan sambil menyediakan pengalaman pendidikan paling menarik bagi siswa. [sunting] Pedagogical pendekatan atau perspektif Kemungkinan untuk menggunakan berbagai pendekatan pedagogis untuk eLearning yang meliputi:
instruksional desain - tradisional pedagogi dari kurikulum pengajaran yang terfokus, dan dikembangkan oleh sentralisasi pendidikan kelompok atau satu guru. sosial-constructivist - pedagogi ini sangat baik afforded dengan menggunakan forum diskusi, blog, wiki dan kolaborasi on-line kegiatan. Ini merupakan pendekatan kolaboratif yang terbuka untuk pembuatan konten pendidikan yang lebih luas termasuk kelompok siswa itu sendiri. Laurillard dari percakapan Model [8] juga terutama relevan untuk eLearning, dan Gilly Salmon dari Lima-Tahap Model merupakan pendekatan pedagogis penggunaan papan diskusi [9]. Perspektif kognitif berfokus pada kognitif yang terlibat dalam proses belajar serta bagaimana otak bekerja. [10] Perspektif emosional berfokus pada aspek-aspek emosional belajar, seperti motivasi, keterlibatan, menyenangkan, dan sebagainya [11] Perilaku perspektif yang berfokus pada keterampilan dan perilaku hasil dari proses pembelajaran. Peran-permainan dan aplikasi yang di-the-job pengaturan. [12] Kontekstual perspektif berfokus pada aspek sosial dan lingkungan yang dapat merangsang belajar. Interaksi dengan orang lain, penemuan kolaboratif dan pentingnya dukungan dari rekan serta tekanan. [13] [sunting] Reusability, standar dan pembelajaran benda Banyak upaya telah dimasukkan ke dalam teknis ulang elektronik yang berbasis materi dan khususnya membuat atau kembali menggunakan Belajar Objek. Ini adalah unit yang mandiri yang benar tagged dengan kata kunci, atau lainnya metadata, dan sering disimpan dalam format file XML. Membuat saja memerlukan meletakkan bersama berurutan belajar benda. Ada baik eksklusif dan terbuka, non-komersial dan komersial, rekan-memeriksa repositori belajar benda seperti Merlot repositori. Format standar umum untuk e-learning konten SCORM sedangkan spesifikasi lainnya yang digunakan untuk transportasi dari "belajar benda" (Sekolah Interoperabilitas Framework) atau categorizing meta data (LOM). Standar ini sendiri akan jatuh tempo pada awal proses dengan yang tertua 8 tahun. Mereka juga relatif vertikal spesifik: SIF adalah terutama PK-12, terutama adalah LOM Corp, Militer Tinggi dan Ed, dan SCORM adalah Militer dan terutama dengan beberapa Corp Tinggi Ed. PESC-the-Pasca Pendidikan Menengah Standarisasi-Council juga membuat kemajuan dalam mengembangkan standar dan objek belajar untuk Higher Ed ruang, sementara SIF mulai serius tobat instruksional dan Kurikulum belajar benda. In the US pK12 ruang terdapat serangkaian standar isi yang penting juga di-NCES data standar adalah contoh utama. Setiap negara pemerintah konten dan standar pencapaian standar metadata yang sangat penting untuk menghubungkan e-learning objek dalam ruang. Contoh yang sangat baik dari e-learning yang berkaitan dengan manajemen pengetahuan dan reusability adalah Navy E-Learning yang tersedia untuk aktif Tugas, Retired, atau Nonaktifkan Militer anggota. Ini on-line tool menyediakan sertifikat kursus untuk memperkaya pengguna dalam berbagai mata pelajaran yang berkaitan dengan pelatihan militer dan sipil keahlian. E-learning tidak hanya menyediakan sistem tujuan belajar, tetapi juga menilai kemajuan proses kredit dan siswa dapat belajar yang tinggi terhadap lembaga. Kembali ini adalah contoh yang sangat baik pengetahuan ingatan dan berhubung dgn putaran proses transfer ilmu pengetahuan dan penggunaan data dan catatan.

[sunting] Komunikasi teknologi yang digunakan dalam e-learning Teknologi komunikasi pada umumnya yang dikategorikan asynchronous atau sinkronis. Asynchronous kegiatan menggunakan teknologi seperti blog, wiki, dan papan diskusi. Ide di sini adalah bahwa peserta Mei terlibat dalam pertukaran ide atau informasi tanpa ketergantungan keterlibatan peserta lainnya pada saat yang sama. Surat elektronik (Email) juga asynchronous dalam surat yang dapat dikirim atau diterima tanpa kedua-dua peserta keterlibatan pada saat yang sama. Sinkronis kegiatan melibatkan pertukaran ide dan informasi dengan satu atau lebih peserta yang sama selama jangka waktu tertentu. J muka dengan muka diskusi adalah contoh komunikasi sinkronis. Sinkronis kegiatan terjadi dengan semua peserta bergabung dalam sekaligus, karena secara online dengan sesi chatting atau virtual kelas atau rapat. Virtual kelas dan pertemuan dapat sering menggunakan gabungan teknologi komunikasi. Dalam banyak model, penulisan masyarakat dan saluran komunikasi yang berhubungan dengan E-learning dan F-learning masyarakat. Kedua masyarakat memberikan umum dasar model pembelajaran dan kegiatan yang diperlukan untuk para peserta untuk mengikuti sesi pembelajaran di seluruh kelas virtual atau bahkan di seluruh standar kelas diaktifkan oleh teknologi. Banyak kegiatan penting bagi peserta didik dalam lingkungan ini, memerlukan sering chatting sesi dalam bentuk virtual kelas dan / atau blog rapat.

[sunting] E-Learning 2,0 Istilah e-Learning 2,0 [14] [15] yang digunakan untuk merujuk kepada cara-cara baru berpikir tentang e-learning terinspirasi dengan munculnya Web 2.0 [16]. Dari e-Learning 2,0 perspektif, konvensional sistem e-learning yang berbasis pada paket pelajaran yang disampaikan kepada siswa dengan menggunakan teknologi Internet. Peran siswa dalam pembelajaran terdiri dari pembacaan dan mempersiapkan tugas. Tugas yang dinilai oleh guru. Sebaliknya, e-learning tempat peningkatan penekanan pada sosial pembelajaran dan penggunaan perangkat lunak sosial seperti blog, wiki, podcast dan dunia maya seperti Second Life. Fenomena ini juga telah disebut sebagai Long Tail Belajar [17] 10 tahun pertama dari e-learning (e-learning 1.0) yang berfokus pada penggunaan internet untuk replikasi instruktur yang dipimpin pengalaman. Konten ini dirancang untuk mengarahkan peserta didik melalui suatu konten, menyediakan berbagai-lamanya dan meningkatkan interaksi set, pengalaman, penilaian, dan simulasi. E-learning 2.0, oleh kontras (patterned setelah Web 2.0) dibangun sekitar kolaborasi. E-learning 2,0 menganggap bahwa pengetahuan (seperti makna dan pemahaman) yang dibangun oleh masyarakat. Pembelajaran terjadi melalui percakapan tentang konten dan berdasar interaksi tentang masalah dan tindakan. Advokasi sosial belajar menyatakan bahwa salah satu cara terbaik untuk mempelajari sesuatu adalah untuk mengajarkan kepada orang lain. [18]

ETwinning portal yang ditawarkan oleh Eropa schoolnet adalah salah satu dari Eropa terbesar eLearning proyek, yang terdiri dari 50.000 guru yang terdaftar di seluruh Eropa. Hal ini didanai oleh Komisi Eropa dari Direktorat Jenderal Pendidikan dan Kebudayaan, dan memiliki jaringan dari 22 Nasional Support Services, sebagian besar dioperasikan oleh Departemen Pendidikan Nasional di Uni Eropa. Sebagai contoh lain, Second Life baru-baru ini telah menjadi salah satu ruang kelas virtual yang digunakan di lingkungan universitas, termasuk University of Edinburgh (Inggris) Princeton University (USA), Rice University (AS), University of Derby (Inggris), Vassar College ( AS), University of Plymouth (Inggris) dan Universitas Terbuka (Inggris), [19]. Second Life di tahun 2007 mulai digunakan untuk pelajaran bahasa asing [20]. Kedua Second Life dan kehidupan nyata bahasa pendidik mulai menggunakan dunia maya untuk pelajaran bahasa. Bahasa Inggris (sebagai bahasa asing) telah ikut serta hadir melalui beberapa sekolah, termasuk British Council proyek yang difokuskan pada Remaja Kotak. Jerman budaya lembaga Goethe-Institut memulai sebuah pulau pada 2008 [21], bahasa Spanyol dan budaya lembaga "Instituto Cervantes" memiliki pulau di Second Life. Daftar proyek pendidikan (termasuk beberapa sekolah bahasa) di Second Life dapat ditemukan di situs SimTeach. SLanguages 2008 adalah 2. Konferensi tahunan menggunakan bahasa pendidikan dunia maya seperti Second Life. Acara berlangsung di Second Life di EduNation pulau. Selain itu, Mobile Assisted Language Learning (MALL) adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan menggunakan komputer genggam atau ponsel untuk membantu dalam pembelajaran bahasa. Juga terdapat peningkatan penggunaan kelas virtual (online presentasi disampaikan hidup) sebagai platform belajar online dan kelas yang beragam untuk menetapkan pendidikan selular seperti Fox Sekolah Bisnis untuk Templer University, Grade Grow, Minnesota State Colleges and Universities, BenAstrum Pusat of Regulatory eTraining, dan kepala suku [22] [23] [24] [25]. Webex adalah Cisco Web Rapat dan Kolaborasi Solution. Platform yang telah bekerja untuk institusi pendidikan karena kolaborasi real-time menggunakan papan tulis interaktif, chat, dan VOIP teknologi yang memungkinkan pengiriman audio dan video sharing. Dalam situasi jarak jauh, sementara mengganti kelas dengan fitur, lembaga juga memiliki fitur keamanan untuk inherently yang kuat dalam kolaborasi Cisco powered lingkungan. The downside is that Webex tidak gratis platform seperti WiZiQ atau Moodle, dan biaya dibayar per 'host' dari kelas atau rapat. Lain real-time kolaborasi selular membuat kemajuan adalah WebTrain. Teknologi yang di Sekolah Roundtable, grup yang mewakili lebih dari 70 Kanada dan US sekolah bisnis [26], mengumumkan program untuk mereka AACSB terakreditasi anggota dan berafiliasi akademi dan universites menggunakan WebTrain fakultas untuk rapat, pertemuan asosiasi siswa, tinggal kelas virtual, rumah bantuan, tutoring, bantuan bantuan guru, siswa dan dukungan teknis remote control, kuliah broadcast, papan rapat, laboratorium virtual dan anonymous narkoba, pemerkosaan dan konseling depresi. [27] Pengumuman dinyatakan TBS akan membantu anggota sekolah bisnis dan universitas terkait dengan perencanaan dan pelaksanaan rollout bantuan untuk membantu meningkatkan keberhasilan inisiatif e-learning. Pengumuman dinyatakan WebTrain juga akan menyediakan layanan hosting gratis untuk sekolah dan usaha mereka yang terkait college atau universitas untuk tahun fiskal sekolah untuk mengurangi risiko yang berkaitan dengan keuangan menggunakan perusahaan kelas host layanan. [Kutipan diperlukan]

[sunting] Komputer-dibantu penilaian dan belajar desain Dibantu komputer Assessment (tetapi juga kurang umum disebut sebagai E-assessment), mulai dari otomatis beberapa pilihan tes ke sistem yang lebih canggih semakin umum. Dengan beberapa sistem, umpan balik dapat diarahkan pada siswa khusus kesalahan atau komputer dapat menavigasi siswa melalui serangkaian pertanyaan beradaptasi dengan apa yang muncul untuk siswa belajar atau tidak belajar. Contoh-contoh yang terbaik mengikuti perkembangan Assesment struktur dan dipanggil "Online formatif Assesment". Ini melibatkan membuat sebuah awal formatif penilaian oleh sifting jawaban yang salah. Penulis / guru akan menjelaskan apa yang harus dilakukan murid dengan setiap pertanyaan. Maka ia akan memberikan murid setidaknya satu di setiap praktek sedikit variasi sifted out pertanyaan. Ini adalah tahap formatif belajar. Tahap berikutnya adalah dengan membuat Summative Assesment oleh baru menetapkan pertanyaan hanya meliputi topik yang diajarkan sebelumnya. Beberapa bahkan akan membawa ini lebih lanjut dan ulangi siklus seperti BOFA [6] yang ditujukan pada Eleven plus ujian ditetapkan di Inggris. Istilah pembelajaran memiliki desain terkadang datang untuk merujuk pada jenis kegiatan diaktifkan oleh perangkat lunak seperti sistem buka-sumber LAMS [7] yang mendukung urutan kegiatan yang dapat kedua adaptif dan kolaborasi. Rangka IMS Belajar Desain spesifikasi dimaksudkan sebagai format standar untuk belajar desain, dan IMS J LD Tingkat didukung dalam LAMS V2. [sunting] Keuntungan eLearning versus tradisional pengaturan ruang kelas eLearning besar untuk dapat memberikan manfaat bagi organisasi dan individu yang terlibat. Mengurangi dampak lingkungan: eLearning memungkinkan orang untuk menghindari perjalanan, sehingga mengurangi karbon keseluruhan output. [Kutipan diperlukan] Kenyataan yang terjadi di lingkungan virtual juga memungkinkan beberapa pengurangan penggunaan kertas. Dengan catatan, bukan virtual kertas catatan dan penilaian online, bukan kertas penilaian, eLearning adalah solusi lebih ramah lingkungan. Kualitas pendidikan, dibuat terjangkau: Kenyataan bahwa pemberi kaliber tertinggi dapat berbagi pengetahuan di perbatasan memungkinkan siswa untuk mengikuti kursus di fisik, politik, ekonomi dan batas. Diakui ahli memiliki kesempatan untuk membuat informasi tersedia secara internasional, untuk siapapun yang tertarik pada biaya minimum. Hal ini dapat secara drastis mengurangi biaya pendidikan tinggi, sehingga lebih terjangkau dan dapat diakses oleh rakyat. Koneksi internet, komputer, dan proyektor akan membuat seluruh kelas di dunia ketiga universitas untuk memperoleh manfaat dari pengetahuan tentang pendapat pemimpin. [Kutipan diperlukan] Kemudahan dan fleksibilitas kepada peserta didik: dalam banyak konteks, eLearning adalah diri-tips belajar dan sesi yang tersedia 24x7. Peserta didik tidak terikat tertentu hari / waktu untuk menghadiri kelas secara fisik. Mereka juga dapat menghentikan sebentar sesi belajar mereka kenyamanan.

Minggu, 18 Januari 2009

QUANTUM LEARNING


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Mengingat bahwa pendidikan adalah ilmu normatif, maka fungsi institusi pendidikan adalah menumbuh-kembangkan subyek didik ke tingkat yang normatif lebih baik, dengan cara/jalan yang baik, serta dalam konteks yang positif. Disebut subyek didik karena peserta didik bukan merupakan obyek yang dapat diperlakukan semaunya pendidik, bahkan seharusnya dipandang sebagai manusia lengkap dengan harkat kemanusiannya.
Menurut Freire, fitrah manusia sejati adalah menjadi pelaku atau subyek, bukan penderita atau obyek. Panggilan manusia sejati adalah menjadi pelaku yang sadar, yang bertindak mengatasi dunia serta realitas yang menindasnya. Dunia dan realitasnya bukan "sesuatu yang ada dengan sendirinya", dan karena itu "harus diterima menurut apa adanya", sebagai suatu takdir atau nasib yang tak terelakkan. Manusia harus menggeluti dunia dan realitas dengan penuh sikap kritis dan daya cipta, dan itu berarti manusia mampu memahami keberadaan dirinya. Oleh karena itu, pendidikan harus berorientasi pada pengenalan realitas diri manusia dan dirinya sendiri, dan harus mampu mendekatkan manusia dengan lingkungannya.
Adanya beberapa bentuk kekerasan dalam pendidikan yang masih merajalela merupakan indikator bahwa proses atau aktivitas pendidikan kita masih jauh dari nilai-nilai kemanusiaan. Di sinilah urgensi humanisasi pendidikan. Humanisasi pendidikan merupakan upaya untuk menyiapkan generasi yang cerdas nalar, cerdas emosional, dan cerdas spiritual, bukan menciptakan manusia yang kerdil, pasif, dan tidak mampu mengatasi persoalan yang dihadapi.

Dalam konteks untuk menemukan konsep pendidikna Islam ideal, maka menjadi tanggung jawab moral bagi setiap pakar muslim untuk membangun teori Islam sebagai paradigma ilmu pendidikan. Islam sebagai paradigma penidikan mempunyai karakteristik yang berbeda dengan paradigma-paradigma lainnya yang mendasari konsep pendidikan.
Adalah menjadi suatu keharusan ( a must ) khususnya bagi ilmuwan yang concern dalam bidang pendidikan umtuk merekonstruksi bangunan paradigma yang dapat dijadikan dasar bagi system pendidikan nasional. Alternatif paradigma Islam merupakan suatu pilihan yang bijak dalam kerangka mendasari paradigma pendidikan dengan dasar nilai-nilai Al-Qur’an.

Selain paradigma dengan dasar nilai-nilai Al-Qur’an, tentunya dibutuhkan teknik-teknik yang tepat untuk bisa menyampaikan makna dari setiap yang kita sampaikan pada anak didik. Dalam hal ini metode yang tepatlah yang bisa menyampaikan makna dari setiap materi yang kita sampaikan dengan baik. Salah satu tawaran yang diberikan akhir-akhir ini adalah metode Quantum Learning, yang mana prinsip dari metode Quantum Learning ini adalah mendudukan murid secara nyaman, memasang musik latar dalam kelas, meningkatkan partisipasi individu, menggunakan poster-poster untuk memberi kesan besar sambil menonjolkan informasi, dan menyediakan guru-guru terlatih baik dalam seni pengajaran sugesti.
Dalam makalah ini akan mencoba mengupas; pengertian pendidikan Islam, pengertian dari metode Quantum Learning ini dan perkembangan Quantum Learning ini dalam pendidikan Islam

B. Rumusan Masalah

1. apakah pengertian Pendidikan Islam?
2. Apakah pengertian Metode Quantum Learning?
3. Pengembangan pemikiran Quantum Learning dalam Pendidikan Islam?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Ilmu Pendidikan Islam

1. Pendahuluan

Ada beberapa pendapat tentang pengertia Ilmu Pendidikan Islam, antara Lain:
Menurut Prof. H.M. arifin, M. Ed., Ilmu pendidikan Islam adalah studi tentang system dan proses kependidikan yang berdasarka Islam untuk mencapai produk atau tujuannya, baik studi secar teoritis maupun praktis (M. Arifin, 1991:14).
Menurut Achmadi, Ilmi Pendidikan Islam adalah ilmu yang mengkaji pandangan Islam tentang pendidikan dengan menafsirkan nilai-nilai Illahi dan mengkomunikasikan secar timbale-balik dengan fenomena-fenomena dalam situasi pendidikan (Achmadi, 1992: 5).
Menurut pendapat Widodo Supriyono, Ilmu pendidikan Isla adalah ilmu yang membicarakan masalah-masalah umum pendidikan Islam, secara menyeluruh dan abstrak. Ilmu ;pendidikan Islam itu bersifat praktis dan teoritis.
Dalam Ilmu pendidikan Islam teoritis, diutarakan hal-hal yang bersifat normative, yakni yang menunju kepada standar nilai Islam. Oleh karena itu sistematika pokok kajiannya meliputi landasan dasar penddidikan Islam, fungsi pendidikan Islam, dan tujuan pendidikan Islam.
Adapun untuk ilmu Pendidikan Islam yang bersifat praktis, maka sistematika pokok kajiannya meliputi pendidikan Islam di lingkungan Keluarga, pendidikan Islam di lingkungan sekolah, dan pendidikan Islam di lingkungan masyarakat.

2. Ilmu Pendidikan Islam Teoritis

a. Landasan Dasar Pendidikan Islam

Landasan dasar pendidikan Islam utamanya terdidri atas tiga macam:
Ø Al-Qur’an adalah Firman atau kalam Allah SWT yang mu’jizat yang diturunkan lengkap dengan redaksinya kepada Rosulullah SAW untuk disampaikan juga kepada manusia agar dijadikan hujjah dan petunjuk yang diawali dengan surat al-fatihah dan diakhiri dengan surat An-Nas, yang sampai kepada kita secara mutawatir dan membacanya adalah ibadah.
Ø As-Sunah adalah semua sabda atau perbuatan Rosulullah SAW atau persetujuan beliau terhadap perkataan atau perbuatan sahabatnya karena dinilainya baik.
Ø Ijtihad sebagai ladasan dasar dalam pendidikan Islam, yang saya maksud adalah usaha-usaha pemahaman yang sangat serius dari kaum muslimin terhadap Al-Qur’an dan AS-Sunah sehingga memunculkan kretifitas yang cemerlang dibidang kependidikan Islam. atau bahkan karena adanya tantangan zaman dn desakan kebutuhan sehingga melahirka ide-ide ungsional yang gemilang.

b. Fungsi Pendidikan Islam

Fungsi pendidikan Islam meliputi tiga hal sebagai berikut:
Ø Menumbuhkembangkan peserta didik ketingkat yang normatif lebih baik.
Ø Melestarikan Ajaran Islam
Ø Melestarikan Kebudayaan dan Peradaban Islam.
Oleh Karena beban yang diemban pendidikan Islam mencakup aspek-aspek yang sangat kompleks, seperti dimensi intelektual, dimensi cultural, dimensi nilai-nilai transcendental, dimensi ketrampilan fisik dan tehnologi, serta dimensi pembinaan kepribadian manusia itu sendiri, maka menjadi fungsi ketiga pendidikan Islam adalah untuk melestarikan akumulasi kebudayaan dan peradaban kaum muslimin yang tinggi nialinya. Bahkna untuk terus ditumbuhkembangkan.

c. Tujuan Pendidikan Islam

Menurut Imam Ghazali, tujuan pendidikan Islam adalah:
Ø Kesempurnaan manusia yang berujung taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah
Ø Kesempurnaan manusia yang berujung kepada kebahagiaan dunia dan kesentosaan akhirat.
Sedangkan menurut Widodo Supriyono, tujuan pendidikan Islam adalah membentuk dan memperkembangkan manusia beriman, bertaqwa, berilmu, bekerja, dan berakhlak mulia disepanjang hayatnya menurut tuntutnan Islam.

3. Ilmu Pendidikan Islam Praktis

a. Pendidikan Islam di lingkungan keluarga

Keluarga adalah mereka yang terikat oleh tali perkawinan, mereka yang karena prtalian darah atau seketurnan sebagai ahli waris dan seagama, serta mereka yang sepersusuan meskipun tidak termasuk ahli waris.
Ø Awal Mula Pendidikan Islam.
Menurut Islam, bayi itu pada waktu dilahirkan dari rahim ibunya belum mengetahui seuatu apa pun. Hanya saja mereka sudah membawa atau dibekali oleh Allah berupa segenap “perangkat” yang diperlukan untuk nantinya mengetahui segala sesuatu. Dengan perkataan lain, sudah tersedia indera lengkap guna menerima pendidikan Islam dari lingkungan keluarganya.
Segera setelah lahir, maka yang dilakukan pihak orang tua adalah mengadzankan, mentahnik, yakni memberi pemanis di mulut bayi serta menyusui. Susunan yang sempurna menurut Islam adalah setelah anak disusui setelah dua tahun penuh.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa permulaan aktif pendidikan Islam itu lebih dini sekitar satu tahun dibandingkan dengan konsep M.J. Langeveld yang memulai pendidikan di lingkngan keluarga itu pada anak usia tiga tahun.
Ø Materi Pendidikan Islam di lingkungan keluarga
Materi pendidikan Islam di lingkungan keluarga dapat disesuaikan
dengan landasan dasar, fungsi dan tujuan yang termaktub dalam Ilmu Pendidikan Islam Teoritis.
Ø Metode Pendidikan Islam di Lingkungan Keluarga
Ada beberapa metode yang dapat diterapkan dalam pendidikan Islam di lingkungan keluarga, yaitu; metode keteladanan, metode pembiasaan, metode penggunaan bahasa pergaulan yang baik, metode cerita, dan metode pengadaan sarana hiburan.
Ø Evaluasi Pendidikan Islam di Lingkungan Keluarga
Evaluasi pendidikan Islam di lingkungan keluarga ini dapat dilakukan setiap malam. Misalnya, setelah usai makan malam, sebelum anak berangkat belajar. Dalam hal ini orng tua dapat melakukan evaluasi anaknya seharian itu.

b. Pendidikan Islam di Lingkungan Sekolah

Pendidikan Islam di lingkungan sekolah ini terdiri atas Raudhatul Atfal yang setingkat taman kanak-kanak; Madrasah Diniyah Swasta; Madrasah Ibtidaiyah, baik negeri maupun swasta, yang setingkat dengan sekolah dasar. Kemudian Madrasah Tsanawiyah, baik negeri maupun swasta, yang setingkat dengan sekolah lanjutan tingkt pertama. Selanjutnya Madrasah Aliyah, baik negeri maupun swasta, yang setingkat sekolah menengah umum. Juga termasuk pendidikan Islam di lungkungan sekolah adalah perguruan-perguruan tinggi Islam.
Kurikulum pendidikan Islam di lingkungan sekolah ini lazimnya sudah ditetapkan oleh Departemen Agama. Termasuk di dalam kurikulumitu sudah ditetpka tujuan, materi, alat, evaluasi, dan waktu mengadakan evaluasi.
Mengenai metode mengajar dilembaga pendidikan Islam di lingkungan sekolah, lazimnya menggunakan metode-metode ceramah, tanya jawab, diskusi, dan sebagian menerapkan metode karya wisata. Namun metode ceramahlah yang paling dominant digunakan.
Metode pendidikan lain yang perlu dikedepankan juga mestinya metode keteladanan dari guru, metode latihan - latihan atau tugas - tugas di rumah namun guru memberikan satu contoh lebih dahulu, tinggal peserta didik mengembangkannya di rumah. Atau metode induktif, deduktif, dan analisis.

c. Pendidikan Islam di Lingkungan Masyarakat.

Pendidikan Islam di lingkungan masyarakat amat banyak ragam dan jenisnya. Ada yang bercorak individual tidak melembaga, dan tidak sedikit yang bercorak kelompok melembaga. Adapun pendidikan Islam luar sekolah (non formal) dilingkungan masyarakat, dianatanya yang menonjol adalah; Pondok Pesantren, Masjid dan Mushalla, dan Taman Pendidikan Al-Qur’an.

B. Pembahasan Quantum Learning

1. Metode Quantum Learning

Perusahaan yang melahirkan SuperCamp adalah Learning Forum. Menurut penulis, pendekatan Quantum Learning merupakan seperangkat metode dan falasafah belajar yang terbukti efektif di sekolah dan bisnis bekerja, untuk tipe orang dan segala usia.
Quantum Learning berakar dari upaya Dr. Georgi Lozanov, seorang pendidik berkebangsaan Bulgaria yang bereksperimen dengan apa yang disebutnya “suggestologi” atau “suggesstopedia”. Prinsipnya adalah bahwa sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar, dan setiap detail apa pun memberikan sugesti positif atau negative. Beberapa tehnik yang digunakannya untuk memberikan sugesti positif adalah mendudukan murid secara nyaman, memasang musik latar dalam kelas, meningkatkan partisipasi individu, menggunakan poster-poster untuk memberi kesan besar sambil menonjolkan informasi, dan menyediakan guru-guru terlatih baik dalam seni pengajaran sugestif.
Istilah lain yang hamper dapat dipertukarkan dengan suggestology adalah “percepatan belajar” (accelerated learning). Pemercepatan belajar didefinisikan sebagai “memungkinkan siswa untuk belajar dengan kecepatan yang mengesankan, dengan upaya yang normal, dan dibarengi kegembiraan”. Cara yang menyatukan unsure-unsur yang secara sekilas tampak tidak mempunyai persamaan: hiburan, permainan, warna, cara brfikir positif, kebugaran fisik, dan kesehatan emosional. Namun semua unsur ini bekerjasama untuk menghasilkan pengalaman belajar yang efektif.
Quantum Learning mencakup aspek-aspek penting dalam neurolinguistik (NLP), yaitu suatu penelitian tentang bagaimana otak mengatur informasi. Program ini meneliti hubungan antara bahasa dan perilaku dan dapat digunakan untuk menciptakan jalinan pengertian antara siswa dan guru. Para pendidik dengan pengetahuan NLP mengetahui bagaimana menggunakan bahasa yang positif untuk meningkatkan tindakan-tindakan positif, faktor penting utnuk merangsang fungsi otak yang paling efektif. Semua ini dapat pula menunjukan dan menciptakan gaya belajar terbaik dari setiap orang, dan menciptakan pegangan dari saat-saat keberhasilan yang meyakinkan.
Kami mendefinisikan Quantum Learning sebagai “interaksi-interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya”. Semua kehidupan adalalah energi. Tubuh kita secara fisik adalah materi. Sebagai pelajar, tujuan kita adalah meraih cahaya sebanyak mungkin; interaksi, hubungan, inspirasi agar menghasilkan energi cahaya.
Quantum Learning menggabungkan sugestologi, tehnik pemercepatan belajar, dan NLP dengan teori, keyakinan, dan metode kami sendiri. Termasuk diantaranya onsep-konsep kunci dari berbagai teori dan strategi belajar yang lain, seperti:
· Teori otak kanan/kiri
· Teori otak triune (3 in 1)
· Pilihan modalitas belajar (visual, auditorial, dan kinestetik)
· Teori kecerdasan ganda
· Pendidikan holistic (menyeluruh)
· Belajar berdasarkan pengalaman
· Belajar dengan symbol (metaphoric learning)
· Simulasi/permainans

Adapun quantum learning merupakan cara pengubahan bermacam-macam interaksi, hubungan dan inspirasi yang ada di dalam dan di sekitar momen belajar. Dalam prakteknya, quantum learning menggabungkan sugestologi, teknik pemercepatan belajar dan neurolinguistik dengan teori, keyakinan, dan metode tertentu. Quantum learning mengasumsikan bahwa jika siswa mampu menggunakan potensi nalar dan emosinya secara jitu akan mampu membuat loncatan prestasi yang tidak bisa terduga sebelumnya. Dengan metode belajar yang tepat siswa bisa meraih prestasi belajar secara berlipat-ganda. Salah satu konsep dasar dari metode ini adalah belajar itu harus mengasyikkan dan berlangsung dalam suasana gembira, sehingga pintu masuk untuk informasi baru akan lebih besar dan terekam dengan baik.

C. Pengembangan Quantum Learning dalam Pendidikan Islam

Dalam Islam, paradigma pendidikan yang dipakai adalah persenyawaan antara anthropocentris dan theocentris. Artinya proses perkembangan moral manusia itu didasari nilai-nilai islami yang dialogis terhadap tuntutan Tuhan, tuntutan dinamika sosial, dan tuntutan pengembangan fitrah lebih cenderung kepada pola hidup yang harmonis antara kepentingan duniawi dan ukhrawi, serta kemampuan belajarnya disemangati oleh misi kekhalifahan dan penghambaan.
Nilai-nilai kemanusiaan berakar pada penciptaan manusia. Manusia tercipta sebagai makhluk dinamis yakni manusia terus menerus berkembang dan berubah setiap saat. Berdasarkan tesis ini, maka nilai-nilai kemanusiaan juga mengalami perkembangan dan perubahan pula. Nilai-nilai kemanusiaan itu berubah sejalan dengan perubahan waktu. Berubah berarti mengalami pergeseran, yaitu bergeser dari satu tahapan menuju ke tahapan yang lain, dari satu tingkatan menuju ke tingkatan berikutnya.

Dimensi theocentris (hablun min Allâh) dan anthropocentris (hablun min al-nâs) adalah dua dimensi bagaikan dua sisi mata uang. Kesalehan seseorang kepada Tuhan tidaklah dianggap cukup jika tidak disertai dengan kesalehannya kepada sesama manusia dan makhluk lainnya. Dengan demikian, dimensi anthropocentris dan dimensi theocentris pada hakikatnya mewujudkan kesejahteraan anthropocentris. Rasa kemanusiaan yang terpisah dari rasa ketuhanan akan menjadikan manusia memberhalakan manusia. Makna sejati dari kemanusiaan itu sendiri terletak pada kebersamaannya dengan ketuhanan. Demikian juga rasa ketuhanan tidak akan memperoleh makna yang luhur bila tidak diikuti dengan rasa kemanusiaan.

Ada beberapa prinsip tentang manusia yang dapat dijadikan landasan bagi kepentingan pendidikan Islam yang humanis yaitu:

pertama, manusia (peserta didik) adalah makhluk termulia yang melebihi makhluk-makhluk lain seperti malaikat, jin, setan, dan hewan. Karena itu, dalam proses pendidikan, para guru lebih mendahulukan strategi pembelajaran yang memanusiakan manusia daripada yang bersifat pemaksaan.

Kedua, manusia memiliki kemampuan berfikir dan permenungan. Ia dapat menjadikan alam sekitarnya sebagai objek renungan, pengamatan, dan arena tempat menimbulkan perubahan yang diingini. Manusia adalah makhluk yang mampu melakukan self-reflection, ia mampu keluar dari dirinya dan menengok ke belakang, kemudian mengadakan penelitian dan permenungan.

Ketiga, ada perbedaan perseorangan. Yakni bahwa masing-masing manusia memiliki ciri khas tersendiri berdasarkan potensi yang dimilikinya, baik lahir maupun batin. Menelaah manusia hanya pada satu sisi, akan membawa pada stagnasi pemikiran tentang manusia, sekaligus menjadikannya obyek yang statis.

Keempat, manusia dalam kehidupannya dipengaruhi dan bersosialisasi dengan faktor-faktor bawaan dan alam lingkungan, terutama lingkungan sosial. Manusia membutuhkan sosialisasi di antara mereka. Hubungan antar manusia didasari oleh hubungan kekhalifahan, kebaikan, dan egaliter. Manusia lain dipandang sebagai pribadi yang harus dipersilakan mengembangkan dirinya.

Kelima, Manusia dalam kebebasannya mengolah spiritualitasnya untuk dapat menyadari eksistensi Tuhan. Menyadari eksistensi Tuhan akan melahirkan tanggung jawab kepada Sang Ilahi. Menurut Andreas Harefa, lahirnya tanggung jawab itu karena didorong oleh adanya kesadaran mengenai hakikat diri sebagai makhluk langit, makhluk moral spiritual (moral spiritual being) dan tidak hidup hanya untuk minum dan makan.

Untuk itulah betapa pentingnya penerapan metode Quantum Learning ini dalam pendidikan Islam, agar nilai-nilai kemanusiaan dalam Islam yang selama ini diagung-agungkan bisa benar-benar berwujud dan nantinya masyarakat dunia tidak memandang sebelah mata pendidikan di dunia Islam. kekerasan dalam pendidikan yang selama ini dirasakan harus benar-benar diberantas, dan hal ini harus dipelopori oleh umat Islam yan mana dalam Al-Qur'an disebutkan; wajadilhum biladzi hiya ahsan, hal ini harus benar-benar diterapkan dalam dunia pendidikan Islam pada Khususnya.